Popular Post

Archive for 2017

By : ridho_rb
Hallo guys
hari ini saya akan membuat postingan tentang penggunaan video scribe pada materi SPLDV, didalam video tersebut saya membuat ide dengan membuat komik. didalam komik tersebut ada aseorang anak membeli belajaan nya dan salah satu lagi membeli barang yang sama tetapi jumlanya berbeda untuk mengetahui harga salah satu barang tersebut kita bisa menggunakan metode SPLDV, mau tau lebih lanjut ikuti dan tonton video dibawah ini
By : ridho_rb
kali ini saya akan membuat postingan tentang penggunaan screencast o matic pada materi persegi panjang, didalam video itu saya menjelaskan dengan menggunakan power point, didalam power point tersebut ada penjelasan dari sifat sifat samapai pembuktian rumus luas dan rumus keliling ayo langsung saja tonton vidionya
By : ridho_rb
hallo teman kali ini saya akan menyampaikan suatu penjelasan bahwa siswa smp kebanyakan mengalami kesusahan dalam mempelajari materi sistem persamaan linear dua variabel terutama dalam menentukan nilai variabelnya oleh sebab itu saya membuat latar belakang untuk tugas proposal saya, mohon dimaaf kan kalo kurang bagus nhi. Pendidikan merupakan hal penting dalam kehidupan manusia baik itu dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara, di karenakan maju atau mundurnya suatu bangsa sesungguhnya bisa dilihat dari pendidikan negara tersebut, baik itu mulai dari tingkat terendah sampai ke tingkat yang tertinggi. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa : “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat sangat membantu proses pembangunan di semua aspek kehidupan bangsa. Pendidikan matematika sebagai salah satu ilmu dasar baik aspek teori maupun aspek terapannya mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan penguasaan sains dan teknologi tersebut. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat dalam ilmu teknologi informasi sekarang ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, geometri, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk mampu bersaing dalam dunia penuh dengan teknologi sekarang ini perlu penguasaan matematika yang kuat sejak dini (Depdiknas,2006). Salah satu materi yang di pelajari pada pendidikan matematika adalah sistem persamaan linear dua variabel terkhusus dalam jenjang pendidikan SMP, dalam materi ini siswa menemukan nilai variabel dari sistem persamaan linear dua variabel dengan menggunakan metode grafik, eliminasi, substitusi, dan gabungan. Dalam mempelajari materi ini siswa sering mengalami kesulitan dalam menentukan nilai variabel dalam sistem persamaan linear dua variabel. Akibat kesusahan yang dialami siswa maka tujuan pembelajaran matematika tidak tesampaikan. Sedangkan tujuan pembelajaran matematika tersebut telah di atur dalam Peraturan Menteri No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. 2. menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika 3. memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh 4. mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah 5. memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, sikap rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Sehubungan dengan permasalahan di atas, maka dapat ditegaskan bahwa usaha perbaikan proses pembelajaran melalui upaya pemilihan model pembelajaran yang tepat dan inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting untuk dilakukan. Salah satu model pembelajaran yang diduga dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar adalah model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Menurut Muslimin I dalam Boud dan Felleti (2000:7), Pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning) adalah suatu pendekatan untuk membelajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan memecahkan masalah, belajar peranan orang dewasa yang otentik serta menjadi pelajar mandiri. Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi yang sebanyak-banyaknya kepada siswa, akan tetapi pembelajaran berbasis masalah dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah dan keterampilan intelektual, belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata dan menjadi pembelajaran yang mandiri. maka dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Berbasis Masalah(Problem Based Learning) adalah model pembelajaran yang diawali dengan pemberian masalah kepada peserta didik dimana masalah tersebut dialami atau merupakan pengalaman sehari-hari peserta didik. Adapun Karakteristik Problem Based Learning adalah sebagai berikut: 1. Permasalahan menjadi starting point dalam belajar 2. Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata yang tidak terstruktur 3. Permasalahan membutuhkan perspektif ganda 4. Permasalahan menantang pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik, sikap dan kompentensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam mengajar; 5. Belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama 6. Pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya, dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial dalam PBM 7. Belajar adalah kolaboratif, komunikasi, dan kooperatif 8. Pengembangan keterampilan inquiri dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan; 9. Keterbukaan proses dalam PBM meliputi sintesis dan integrasi dari sebuah proses belajar; dan 10. PBM melibatkan evaluasi dan review pengalaman Peserta didik dan proses belajar Ditinjau dari aktivitasnya, langkah-langkah pada model pembelajaran problem based learnig yaitu : 1) orientasi siwa pada masalah. 2) mengatur siswa untuk belajar. 3) membantu investigasi kelompok. 4) pengembangan dan pengadaan model atau gambar , serta 5) Menganalisis proses pemecahan masalah. Mencermati permasalahan diatas peneliti mencoba merancang aktivitas pembelajaran supaya siswa dapat memeperoleh pengetahuan tentang konsep materi bangun ruang menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Dalam aktivitas-aktivitasnya pendekatan PBL dirancang menggunakan masalah-masalah yang menuntut peserta didik mendapatkan pengetahuan penting Nama : M Ridho Ratu Berlian NIM : 06081381520039

- Copyright © Mathematics - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -